List Perlengkapan Bayi Yang Kurang Dibutuhkan (menurut saya)



Hemm..eh.. kenapa perlengkapan bayi yang kurang dibutuhkan? Karena yang nulis perlengkapan bayi yang dibutuhkan uda banyaaaakk banget! Tinggal buka forum atau milis ibu-ibu bahkan di toko perlengkapan bayi pun banyak yang sudah menyediakan list dalam bentuk cetak. Jadi bedasarkan pengalaman pribadi setelah Ziqri lahir, ada beberapa item yang ternyata tidak diperlukan-perlukan amat. Memang sih prinsipnya sedia payung sebelum hujan, tapi kalau bisa dihindari, kan lumayan uang beli payungnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lain. Ohya, ini berdasarkan pengalaman dari satu anak saja, lho ya,, Bisa jadi beda anak beda kebutuhannya, jadi sesuaikan juga dengan sikon masing-masing.

1. Rocking chair / bouncer / kursi goyang bayi
Why? Because mostly you will get this as baby born gift! Even some friends who held baby shower could requested this item to some friends collectively. Pertimbangan lainnya harganya juga agak mahal (above Rp 400.000,-) dan tidak semua nenek mengizinkan cucunya yang baru lahir untuk ditidurkan disini karena posisinya (even sekelas nuna leaf yang 2jutaan rupiah pun) agak sedikit melengkung jadi menurutku kurang recomended untuk newborn baby. Ziqri memang ga dapat kado tapi rencana untuk membelikan setelah usianya bisa sedikit didudukkan pun batal karena ternyata Ziqri tidak suka diayun dan anaknya lasak banget. Malang-malang malah jatuh,, ya walau ada pengamannya. Ternyata keputusan ini memang tepat. Yeaaay some money to save!

2. Crib / Cot / boks bayi
Pertimbangan awal karena Ziqri bakalan nomaden antara 2 pulau. Cukup merepotkan bila ia terbiasa tidur di boks sendiri jadi harus menyediakan 2 boks heheheee.. Selain itu anak ASI lebih praktis tidur co-sleeping dengan ibunya. Beberapa minggu awal dibantu dengan kasur bayi berkelambu yang dibeli satu set dengan bantal peyang.

3. Ayunan
Yes, as I mentioned above : Ziqri ga suka diayun. Sempet sih pinjam ayunan selama 2 bulan, ternyata begitu bisa tengkurap, Ziqri selalu berusaha tengkurap diayunannya. Akhirnya ayunan dikembalikan lagi. Sisi positifnya ziqri ga perlu bawa-bawa ayunan kemana-mana, bisa tidur co-sleeping sama ayah dan ibunya aja.

4. Bottle warmer
Usahakan bayi bisa mendapat ASI eksklusif. Bila ibunya tidak bekerja seperti saya, perlengkapan ASI perah ternyata tidak perlu macam-macam. Cukup pompa dan botol penyimpan ASI untuk jaga-jaga. Menghangatkannya pun cukup direndam dalam gelas berisi air hangat. Kalau pun bayi menangis, toh ibunya ada ditempat dan bisa nyusuin langsung. Zaman sekarang pun ada beberapa merk bottle sterilizer yang sekalian bisa dijadikan bottle warmer. Lebih hemat biaya dan hemat tempat menyimpan dikala menunggu waktu untuk digunakan adiknya lagi.

5. Menyetok toiletteries bayi
Kecuali bayi direncanakan memakai produk premium yang harus dipesan online jauh-jauh hari ( ya karena saya tinggal di daerah), sebaiknya beli perlengkapan mandi dan perawatan bayi secukupnya saja. Karena kado-kado akan berdatangan, meski dari merk yang berbeda-beda, sayang rasanya kalau jadi mubazir (eh, apa ini cuma saya aja yang ngerasa ya hahahahahaa). Ini juga berlaku untuk gendongan bayi standar, tas perlengkapan bayi, handuk, selimut bayi dan set tempat makan standar. Kadang sampai bingung melihat kado-kado tersebut mau diletakkan dimana.

6.  Steamed blender atau slow cooker
Ini memang perlunya di usia 6 bulan ya.. Waktu baby mulai MPASi. Tapi kebanyakan ibu-ibu yang saya lihat di milis sudah beli sejak sebelum bayi lahir dengan alasan nanti takut ga sempat beli setelah sibuk ngurusin bayi. Ohohohoo bukannya malah bagus ya ada alasan legitimate untuk pergi shopping? Kalau saya sih, karena kelamaan pilih-pilih dan bingung antara beli online atau langsung ke toko perlengkapan bayi di daerah saya (selisih harga sekitar Rp 300.000,-) akhirnya malah ga beli! Cukup memanfaatkan perlengkapan dapur ibu saya yang ada dan berfungsi sama ditambah muckhin food grinder. Dilalah Ziqri ga begitu doyan makan, sayanya pun ga kreatif membuatkan menu MPASI yang sopihiscated ala ibu-ibu instagram. Jadi cukuplaaahh.

7. Super seat atau bumboo
Ziqri bisa duduk agak 'telat' 7 bulanan gitu deh.. sementara prinsip Opa Omanya tidak membolehkan didudukkan sebelum secara alami bisa duduk sendiri. Pahanya juga agak bongsor jadi setelah dilihat-lihat langsung ke toko, super seat yang ada batasan untuk bagian paha, hanya akan terpakai sebentar, akhirnya saya pilih beli kursi makan (high chair) langsung saja.

8. Baby walker
Bedasarkan penelitian terbaru yang pernah saya baca, sudah tidak direkomendasikan lagi menggunakan alat bantu jalan ini untuk bayi. Ziqri pernah sih dibelikan om dan tantenya tapi lagi-lagi hanya terpakai 2 bulanan. Selebihnya dia hampir terjatuh keluar dan saya belikan pushwalker untuk alat bantu jalannya.

So far, ini aja sih yang saya rasa masih bisa dipertimbangkan untuk tidak di beli pada saat awal berbelanja kebutuhan bayi. Kalau di daerahnya ada kebiasaan membesuk bayi lahir dengan kado plus memberi detergent dan sorftener seperti di daerah saya, ga perlu menyetok detergent khusus bayi juga. Bedasarkan pengalaman, saya udah coba yang lokal maupun impor tetap lebih bersih memakai detergent andalan saya + sabun mandi batang. Happy shopping mommies!

Share this:

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment

Thank You for visiting my "Abalabil" blog.
Please show me some ♡ by leaving a comment (or two!)

Kindly Follow me on Instagram / Twitter : @annisakih