Mengajari Bayi Bicara

Judulnya sok tahu banget ya.. Agak susah nih sebenarnya karena memang saya tidak punya basic keilmuan dibidang kesehatan maupun parenting dan anak pun baru seorang saja. Tapi InsyaAllah ini hasil rangkuman membaca beberapa buku, browsing sana sini, mendengarkan berbagai saran dan nasehat dari orang yang lebih tua, maupun pengamatan dari orang-orang terdekat yang lebih dahulu memiliki bayi. Hasilnya di Ziqri? Alhamdulillah.. sesuai chart perkembangan berbahasa bayi, bahkan di usia 1 tahun, saya dan orang-orang terdekat berani mengatakan kemampuan berbicara Ziqri is beyond excelent! Seriously.. sekarang diusianya yang memasukki 17 bulan kosa kata Ziqri 100++, sudah full hapal lagu Naik-naik ke Puncak Gunung dan saya sudah bisa "curhat" terus mendapatkan feedback yang sesuai dari gesture maupun intonasi nadanya Ziqri. Contoh percakapan kami sepulang membeli telur :
Saya : "Yah, Ziqri.. Telurnya jatuh nih"
Ziqri : "alaa.. pecah" (mimik wajah prihatin)

Enaknya Ziqri sudah (mulai) lancar bicara selain lucu dan jadi hiburan semua orang adalah crancky nya jadi berkurang. Rata-rata bayi nangis dan rewel itu kan karena apa yang dia maksud tidak dimengerti oleh orang dewasa disekitarnya. Entah dia mau bilang lapar, ingin sesuatu atau lagi sakit. Kemampuan berbicara khususnya mengoceh atau babling diawal juga bisa jadi indikasi apakah indra pendengarannya normal atau tidak. Saya perhatikan diusia 4 bulanan rata-rata bayi mulai mengoceh atau babling. Kelegaan orang tua seperti saya yang tinggal di daerah dan agak sulit mendapatkan terapi seandainya anak saya terlambat bicara (speech delayed) pun tidak bisa dibohongi. Agar Ziqri cepat bisa bicara yang saya lakukan selama ini adalah :

1.      Always keep in my mind bahwa bayi (baru lahirpun) mengerti apa yang saya ucapkan
Bertentangan dengan pendapat orang tua dahulu bahwa bayi serba tidak mengerti, menurut saya bayi adalah mahkluk yang cerdas fresh from the heaven, mereka mengerti apa yang kita ucapkan, cuma belum bisa membalas dengan bahsasa yang sama dengan yang kita gunakan. Justru kalau bisa langsung bicara malah serem ih.. seluruh rahasia langit bisa jadi terbongkar semua hueheheeee…

2.      Konsisten di satu bahasa
Keren sih kalau melihat anak-anak yang kecil-kecil sudah bilingual terutama bahasa Inggris. dari apa yang pernah saya baca, anak laki-laki akan lebih lambat berbicara dibanding anak perempuan terutama bila dibiasakan bilingual. Jadi untuk Ziqri saya selalu menggunakan bahasa Indonesia. Bila sudah kelihatan pandai berbicara baru boleh diajari bahasa lain misalnya bahasa asing ataupun bahasa daerah. Termasuk konsisten dalam menyebut nama benda tertentu misalnya saya selalu menyebut karet gelang walaupun orang lain di sekitar Ziqri terbiasa menyebutnya getah.

3.      Gunakan Bahasa Indonesia dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dengan intonasi yang benar.
No more baby talk! Asli saya ini di rumah menye-menye banget sampai uda mau nikah, tapi demi anak segemes-gemesnya saya kembali ke poin pertama, saya yakin tanpa baby talk pun Ziqri sudah mengerti apa yang saya ucapkan. Ejaan juga harus diperhatikan karena kadang penggunaan bahasa slank tidak sama antara satu dan lain orang. Misalnya mengatakan "tidak" bahasa slank masing-masing orang bisa "gak", "tak", atau "ndak".  Ziqri sempat binggung antara semuanya karena digunakan oleh significant others yang berbeda-beda juga, tapi untuk sekarang sudah mengerti kesemuanya artinya sama dengan bahasa baku "tidak".

4.      Selalu ajak bayi berbicara setiap ada kesempatan.
Bila sedang kehabisan ide, dari pada sekedar memanggil-manggil nama atau membuat suara-suara lucu, ceritakan saja apa yang ada didepan mata, apa fungsi dan warnanya, bahkan saya sering juga meminta Ziqri untuk memilih baju atau celana mana yang mau dipakai sehabis mandi, meski Ziqri belum menjawabnya setidaknya saya jadi ada bahan untuk bicara, hahahahaa. Setelah Ziqri berusia 1 tahun sering saya tantang misal saya sebutkan "Ziqri ini namanya mangga, bisa ga Ziqri nyebutnya? Mangga?" Biasanya selalu diikuti dengan benar sih. Setelahnya saya ulang-ulang dalam beberapa minggu hingga bila melihat mangga, Ziqri bisa menunjuk sendiri dan mengucap : "mangga"

5.   Berikan bayi makanan dengan tekstur sesuai usia.
    Jangan selalu memberikan bubur dengan konsistensi cair, ikutilah perkembangan anak. Bila usianya semakin bertambah, tekstur yang lebih padat akan menguatkan rahangnya dan ini sangat berperanan penting untuk kemampuan bicaranya kelak. Syukurnya Ziqri sempat saya cobakan baby led weaning (blw) malahan Ziqri tidak terlalu doyan bubur cair, lebih ke makanan yang padat dan bisa digenggam sendiri.

6.      Bacakan buku, dongengkan, ajak berdoa ataupun menyanyi sebelum tidur.
     Momen bonding yang luar biasa sekaligus menambah banyak sekali kosa katanya. Ritual saya sebelum tidur adalah membacakan Ziqri buku atau mendongengkannya cerita-cerita bermuatan positif yang kebanyakan murni saya karang sendiri. Saya perhatikan Ziqri sangat menyukai cerita yang jika didalamnya ada kata-katanya sudah dia kenal. Misalnya untuk hewan anjing, kucing, ikan, dan lain-lain.

Kelihatannya ribet ya? Padahal enggak lho.. Paling fun ngajarin Ziqri bicara. Kalau ada yang bilang "ya iyalah Ziqri cepat bicara, toh Ibunya dirumah aja dan kebetulan daya tangkap anaknya cepat soal bahasa.." Saya bilang ya.. Alhamdulillah. Tetap aja ini juga hasil usaha lho ya.. Tidak mungkin juga bayi tiba-tiba lancar bicara bila tidak ada stimulasi dari lingkungan, terutama ibunya. Kalaupun ada anak yang dibawah 2 tahun masih kesulitan berbicara, ingatlah bahwa kemampuan bayi berbeda-beda. Mungkin lebih cepat dibidang lainnya misalnya berjalan (Ziqri jalan yang agak telat, usia 13 bulan). Nah, sepengetahuan saya, bila sudah diatas 2 tahun mungkin bisa dikonsultasikan pada yang lebih ahli misalnya Dokter spesialis Anak. Let's rock mommies!

disclaimer : sumber sudah lupa tapi poin 5 saya inget baca di instagram @babyhijaber.

Share this:

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment

Thank You for visiting my "Abalabil" blog.
Please show me some ♡ by leaving a comment (or two!)

Kindly Follow me on Instagram / Twitter : @annisakih