Piknik dan Kayaking di Pantai Tanjung Pinggir Batam

Pantai tanjung pinggir sekupang Batam Kepri

Keluarga suami saya itu terbilang ramai. Enam bersaudara, masih ditambah dengan para sepupu baik dari masing - masing pihak Bapak dan Mamak yang tinggal berdekatan di Belakangpadang. Cihuynya, karena jarak usia yang hanya berselisih beberapa tahun, menikahnya juga hampir barengan. Jadi, saat ini makin ramai dengan kehadiran para ipar dan keponakan.

Meski demikian, entah kenapa agak sulit menjadwalkan kegiatan bareng. Ada saja yang berhalangan. Saya dan Ziqri yang lagi mudik ke Karimun lah, jadwal lembur ipar yang bekerja yang ga bisa dikompromikan lah, adik-adik yang masih sekolah ga bisa ikutlah. Sampai akhirnya, libur long weekend di penghujung bulan April kemarin, kami sekeluarga "berhasil" ngumpul di Batam. Ya, itupun tidak semua hadir, masih ada yang tetap masuk kerja dan ga ikutan, termasuk paman dan Bibi yang tetap tinggal di Belakang Padang.

Banyak rencana disusun, tapi namanya yang bawa 5 orang bocah plus cuaca yang kurang mendukung (hujan deras saat kami baru keluar rumah), akhirnya kami mencoret daerah Barelang yang menjadi tujuan awal dan memilih di lokasi yang dekat saja. Pantai Tanjung Pinggir.

Pantai Tanjung Pinggir berlokasi di kawasan Sekupang. Kira-kira hanya 5 jenit dari pelabuhan Sekupang atau rumah sakit Otorita Batam. Persis bersebelahan dengan private beachnya KTM Resort yang terkenal dengan patung Dewi Kwan Im raksasanya itu.

Menuju ke tempat ini harus menggunakan kendaraan pribadi, karena memang lokasinya agak ngumpet dan tidak dilalui rute kendaraan umum.

Tarif masuknya agak ga konsisten, karena kami yang menggunakan dua mobil, masing-masing di charge sebesar Rp 50.000,- dan Rp 60.000,-, padahal jumlah penumpangnya lebih ramai di mobil pertama. Mungkin penjaganya hanya melihat jenis mobil tanpa benar-benar menghitung jumlah orang di dalamnya. Biaya tersebut termasuk tarif parkir.

Pantai tanjung pinggir sekupang Batam Kepri
Ramai, banyak penjaja makanan dan ada penyewaan pelampung

Berhubung kami datang di hari libur, ramainya kebangetan. Banyak tenda-tenda pengunjung yang telah menginap dari malam sebelumnya. Sepertinya seru, soalnya pemandangan malam hari ialah lampu-lampu gedung pencakar langit Singapura yang memang berjarak dekat sekali.

Kami menemukan tempat yang lumayan stategis dan cocok dijadikan tempat piknik. Tidak pas di tepi pantai, karena sudah penuh. Minimal tanahnya kering dan teduh dibawah sebatang pohon kersen alias ceri.

Pantai tanjung pinggir sekupang Batam Kepri
Lokasi piknik kami, ternyata ini tempat penyewaan kayak

Setelah menggelar tikar, para bocah tidak sabaran lagi ingin segera menceburkan diri ke laut. Tak peduli saat itu matahari pukul 11.00 siang sedang bersinar dengan sangat jumawa. Para ayah dengan sigap menemani bocah-bocah. Kecuali Ziqri, saya yang menemani, ayahnya sudah kembali duluan ke Belakangpadang pagi harinya karena harus mengurusi burung peliharaannya. Beruntung, tak lama kemudian salah seorang om-nya Ziqri ikut berenang, jadi saya tinggal foto-foto.

Pantai tanjung pinggir sekupang Batam Kepri
Naufal dan Zaky di jaga papa masing-masing
Ziqri barengan sama buleknya yang bungsu, bulek Wulan

Setelah puas berenang, kami makan siang dengan menu potluck. Masing-masing keluarga membawa aneka menu. Mulai dari sayur asem, lauk -pauk serba digoreng, udang balado, mie goreng tak ketinggalan sambal terasi yang super maknyus






Banyaknya cemilan yang di bawa tak mengurangi niat buat jajan. Anak-anak sempat membeli es krim potong yang banyak dijajakan. Sementara, ibu-ibunya ngerujak sambil ngerumpi seru.

Pantai tanjung pinggir sekupang Batam Kepri
Balapan makan es krim.

Overall, 
saya cukup puas dengan pantai Tanjung Pinggir ini. Hamparan pasirnya luas, meski tidak bewarna putih, agak kecoklatan seperti pasir untuk bahan bangunan; garis pantai yang landai cukup panjang sehingga cocok untuk anak-anak berenang serta ada kamar mandi untuk cuci bilas setelah berenang di laut. Ya.. walaupun kamar mandinya kurang bersih dan saat kami hendak mandi harus menunggu airnya dialirkan terlebih dahulu. Ohya, satu ember air harus di bayar sebesar Rp 3.000,-

Ziqri yang kelelahan akhirnya ketiduran, begitupun dengan sepupunya Arfan dan dua pupunya Zaky. Sembari menunggu mereka bangun, om Yayak dan adiknya om Kuni memilih naik kayak.  Biaya yang dikenakan cukup murah Rp 50.000,- untuk dua orang selama 30 menit. Sepertinya untuk menyewa olahraga air ini termasuk terjangkau


Menuliskan kisah perjalanan kami ini saja, saya rasanya sudah tak sabaran menunggu hari raya Idul Fitri tiba. Masa-masa dimana kami semua akan berkumpul kembali. 

Lebaran memang tinggal seminggu lagi, di grup chat keluarga ini setiap hari kami membahas aneka persiapan lebaran, mulai dari membuat kue, membersihkan rumah hingga menyiapkan baju lebaran untuk anggota keluarga. Untuk menemukan aneka baju lebaran yang kekinian dengan harga bersahabat, saya merekomendasikan pada para ipar-ipar saya untuk mengecek terlebih dahulu di sini. 

Semoga saat bertemu, kami bisa mengagendakan jalan-jalan diseputar Belakangpadang. Ke Pantai Pasir Putih, misalnya? 







Share this:

JOIN CONVERSATION

4 comments:

  1. Seruuunyaaa piknik di pantaai. Menikmati angin semiliirr sambil bercanda tawa sama keluargaaa. Ah i need holidaay. . :D yey bentar lg liburaan. . Oiya mbak cukup murah ya itungannya main kayak kena 25rbu per orang. . Sik asikkk. . Tfs mbaak. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Lucy, memang seru banget nih piknik gini apalahi sama anak2. Met liburan juga yaaa

      Delete
  2. Pantainya lumayan bagus. Pernah main kesini pas hari besar, airnya surut, jadi batu karang jelas terlihat. Tapi pas pulangnya..macet bo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oo bener Kak Yulia, kemaren pas main di laut kerasa banget pecahan2 karang didasar lautnya. Buat anak kecil sebaiknya hati2 ya.

      Delete

Thank You for visiting my "Abalabil" blog.
Please show me some ♡ by leaving a comment (or two!)